Rabu, 26 Desember 2018

kompetisi blog nodi


Terkikisnya budaya lokal dan kurangnya kepedulian dalam membangun daerah 

di Barito Timur

Disini saya ingin menceritakan awal mula kenapa saya membuat blog dan membuat saya cinta dalam membuat sebuah kata kata ataupun artikel dan mengangkat budaya lokal dan kurangnya kepedulian dalam membangun bartim .

Dalam sebuah keluarga saya diajarkan dalam hal berbagi dari situ awal saya mendapatkan ilmu kepedulian biarpun sedikit tapi bagaimana memaknai nya supaya sama-sama merasakan biarpun sedikit. Budaya barat yang mulai terkikis dalam hal budaya local saya Dayak maanyan yang biasa nya memainkan alat music traditional menggunakan alat tradisional timbul menggunakan kaset karena kurang nya minat anak muda untuk mempelajari alat music tersebut sehingga memudarnya alat music tradisional karena cepatnya masuk budaya timur yang simple dan mudah untuk mempelajarinya dari situ terpacu dalam diri saya untuk mengangkat dalam blog saya pentingnya mengangkat budaya lokal salah satunya dari alat music tersebut.

± 100.000 jiwa penduduk Barito Timur (Badan Pusat Statistik Barito Timur,2016) yang beragam suku, agama, ras dan mempunyai sumber daya manusia yang melimpah akan pengetahuan wawasan tapi masih belum sadar dalam kepedulian atas membantu salah satu masyarakatnya yang terkena musibah. disini saya merasa miris bagaimana cara menyadarkan mereka supaya bersama-sama membantu saudara mereka serumpun dan sama-sama merasakan seperti mereka. kurangnya kepedulian ataupun tidak ingin tahu masalah menjadi alasan mereka supaya tidak mau disalahkan. selain itu dalam sarana dan prasarana daerah, masyarakat kurangnya peduli dalam merawat seperti tugu yang seringnya di gambar yang tidak senonoh atau pun malah dirusak/dihancurkan padahal sarana tersebut adalah cerminan wajah mereka. Bagaimana apabila orang luar masuk dan melihat betapa kumuh nya daerah kita karena dirusak oleh tangan tangan yang nakal seperti mereka dan seolah olah tidak berdosa dan saling tunjuk apabila diketahui mereka yang merusaknya.

kiranya dalam tahun 2019 dan seterusnya adanya kesadaran masyarakat lokal maupun sekitar sadar dalam membangun maupun merawat aset daerah kita bukannya merusak insfrastruktur tapi menambah indahnya daerah kita